Tulisan ini tidak bermaksud menggugat fatwa, cuma mau curhat aja...lagian apalah aku ini... Lulusan pondok bukan, ustadz juga bukan, ngaji aja cuma waktu masih kecil, selebihnya pengetahuan agama diperoleh dari baca buku, dengerin ceramah agama dari ustadz lewat radio atau tv.
Pemahaman agamaku kadang malah bingung dengan banyaknya aliran-aliran pemahaman di negeriku ini. Ustadz A bilang slametan bagi orang meninggal itu bid'ah, ustadz B bilang itu ibadah. Ada aliran yang ngajarkan sebelum takbiratul ihram baca usholi, ada yang justru melarangnya, karena niat itu cukup dalam hati. Yang satu menyuruh, yang lainnya melarang. Anehnya semua mengklaim diri ahli surga, yang tidak sepaham masuk neraka... Sepertinya sorga neraka dikapling sendiri macem mengapling hutan di kalimantan. Lha terus umat yg macem aku ini nanti bagaimana? Kalo separo ikut slametan, separo sholat tidak pake usholi tapi ikut qunut, boleh gak? Apakah cara beragama seperti aku ini salah?
Kawanku yang aku ceritain masalah ini bilang aku harus ikut salah satu aliran, biar tidak bingung, kawanku yang lain bilang kita tidak boleh pilih-pilih... justru kita harus tahu banyak masalah penafsiran agama agar perspektif pemahaman agama kita luas dan tidak mudah mengkafirkan sesama pemeluk agama. Lha tapi hasilnya tetep bingung je...
Kawanku yang pertama bilang beribadah harus ada dasarnya, harus ada contohnya dari nabi dan sahabat, kalo tidak itu namanya bid'ah. Bid'ah itu meskipun indah, berakhirnya di neraka. Mau kamu masuk neraka? Kawanku yang lain bilang... kalo dikit dikit nunggu contoh dari nabi, kembali aja ke masa lampau. Mau naik haji jangan naik pesawat, naik aja onta sono!... katanya nylekit tak kalah sengit.
Terus aku kudu piye,Sri?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar